Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan industri menyelenggarakan pendidikan vokasi sederajat D1

Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan industri menyelenggarakan pendidikan vokasi sederajat D1 – Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi industri, sekaligus mendukung “Program Realisasi Indonesia 4.0”. Salah satunya dengan melaksanakan program pendidikan setara Diploma Satu (D1) melalui kerjasama dengan dunia industri. Eko SA, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, mengatakan: “Contoh implementasi dari perjanjian ini adalah penandatanganan nota kerja sama antara Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dan PT Pupuk Kaltim.” Kayan, Jakarta, Selasa (5/1) Dukung. Eko menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang terampil dan kompeten di bidang industri. Ia mengatakan: “Untuk rencana ini, PT Pupuk Kaltim dan APP Institut Politeknik Jakarta (salah satu perguruan tinggi politeknik di bawah BPSDMI Kementerian Perindustrian) menyelenggarakan rencana pemasaran dan logistik D1.

Rencana karir industri yang diselenggarakan oleh BPSDMI Kementerian Perindustrian juga diharapkan mampu melahirkan pengusaha industri baru. “Kementerian Perindustrian telah menyediakan 18 mata kuliah D1 sederajat kepada 607 peserta D1 di 10 provinsi dan 12 daerah / kota. Kegiatan pendidikan sederajat D1 ini merupakan bentuk program linking and matching yang merupakan industri Diperlukan, “tambahnya. Eko menambahkan, siswa SMA atau SMK yang lulus sebelum usia 18 tahun dapat mengikuti kursus D-1 sederajat. Penerapan program ini lebih praktis daripada teori. Ia menjelaskan: “Sehingga ketika mereka lulus, mereka bisa menjadi pekerja yang terampil, kompeten dan mandiri. Selain itu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi baru saja menggelar wisuda tingkat nasional pada 28 November 2020. Tercatat 5.775 siswa dan siswa dari 20 satuan pendidikan vokasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi telah diwisuda. Eko mengatakan: “Sebanyak 78,24% lulusan SMK dan 43,82% lulusan politeknik dan perguruan tinggi telah menyerap sektor industri, sisanya melanjutkan pendidikan, menjadi wirausaha dan masih dalam proses rekrutmen industri. ” Kementerian Perindustrian menyampaikan apresiasi kepada PT Pupuk Kaltim (Industri Mercusuar Nasional 4.0). Perusahaan diharapkan dapat menjadi agen Transformasi Industri 4.0 dan mitra dari Industrial Digital Innovation Center (PIDI) 4.0. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang terampil untuk masa depan sehingga mampu beradaptasi dan bertransformasi di Era Industri 4.0.

Kami juga memiliki Institut Teknologi ATI Makassar yang memenuhi syarat untuk program pembelajaran operator mesin dan peralatan. Selain itu, ada politeknik lain dengan kemampuan berbeda, seperti AKA Institut Teknologi Bogor untuk proyek penelitian kimia. Ia mengatakan: “Selain meningkatkan keterampilan dan keterampilan tenaga kerja, kami juga dapat melatih sumber daya manusia yang baru direkrut. Presiden Direktur PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menjelaskan, rencana D-1 yang diusung Kementerian Perindustrian merupakan langkah konkrit untuk mendukung penyediaan tenaga kerja di sektor industri sesuai dengan kebutuhan saat ini. Ia mengatakan: “Peserta program ini berasal dari lingkungan pabrik, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal dan sebagian karyawan Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kemampuan dan daya saingnya. Rahmad mengatakan ada sebanyak 30 peserta PT. Pupuk Kaltim akan mengikuti program peningkatan keterampilan melalui pendidikan setara dengan program D-1 pemasaran dan logistik. “Programnya bisa diperluas lagi dengan memasukkan konsentrasi pendidikan sebagai operator. Ke depan kita akan bangun beberapa pabrik yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian salah satunya pabrik soda ash. Kita juga terlibat dalam apa yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pengembangan industri di Teluk Bentuni. ” PT. Pupuk Kaltim merupakan salah satu partner APP Institut Teknologi Jakarta untuk menyelenggarakan program D-1. Sebelumnya, Poltek juga bekerja sama dengan Petrokimia Gresik, Sanken Argadwija, dan Asosiasi Perusahaan Jasa Distribusi Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO).
Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4449797/gandeng-industri-kemenperin-gelar-pendidikan-vokasi-setara-d1?medium=dable__desktop&campaign=related_click_1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*