Kilometer bukan untuk patokan ganti oli mesin mobil, benarkah demikian?

Kilometer bukan untuk patokan ganti oli mesin mobil, benarkah demikian? – Pemilik mobil masih sering menentukan kapan harus mengganti oli berdasarkan kilometer atau jarak yang ditempuh. Stigma ini masih ada sampai sekarang. Sebagian besar pemilik mobil masih perlu mengukur kilometer sebelum mengganti oli mobilnya.

Padahal, menurut mekanik Heron Motorsport, para teknisi sering melakukan perawatan mobil harian dan olahraga motor, jadi ini bukan referensi. Aturan yang harus diikuti adalah frekuensi penggunaan mobil dan kondisi jalan raya saat mobil digunakan. Karena menurut Heron, dengan menggunakan pelumas ini bisa mengecek frekuensi kerja mesin. Oleh karena itu penggantian pelumas dibatasi oleh beban kerja oli, bukan seberapa jauh perjalanan oli. “Boleh dibilang oli diganti tiap 10.000 kilometer atau 20.000 kilometer, karena waktunya habis. Anda tidak bisa menghitung oli di mobil seperti itu. Karena orang yang membuat oli (produsen oli) menentukan berapa lama bisa bertahan, bukan? ? Gunakan kilometer, “Heron menjelaskan.

Ia juga menambahkan, saat kendaraan mengalami kemacetan, jumlah kilometer mobil tidak akan bertambah terlalu banyak, namun tingkat performa kabin tetap beroperasi dengan sebaik-baiknya. “Ini seperti mesin di pabrik, bukan mesin yang berjalan. Tidak dapat menemukan 100-200 kilometer. Berapa jam mesin ini bekerja? Jika mesin ini bekerja 24 jam, berapa lama waktu yang dibutuhkan? Heron menambahkan: Sekalipun mobil tidak bergerak, mesin tetap berjalan, dan oli pelumas tetap berfungsi.
Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/4455315/kilometer-bukan-patokan-penggantian-pelumas-mesin-mobil-benarkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*