John Stones dan Ruben Dias, tembok benteng Manchester

John Stones dan Ruben Dias, tembok benteng Manchester – Manchester City perlahan membangun tembok yang kokoh di belakangnya. Dinding kokoh itu diberi nama John Stones dan Ruben Dias. Sejak kepergian Vincent Kompany, lini belakang Manchester City menjadi “lubang” bermasalah. Tidak ada orang tangguh di belakang. Warga membeli pembela dengan harga tinggi. Sampai batas tertentu, itu telah menarik beberapa gelandang bertahan, seperti Fernandinho (Fernandinho), sebagai bek tengah. Namun kini, masalah di backcourt Manchester sepertinya sudah teratasi.

Duo bek tengah, John Stones dan Ruben Dias, sangat memuaskan! Menurut Sky Sports, duo John Stones dan Ruben Dias sudah bermain 10 kali di semua kompetisi musim ini. Alhasil, Manchester City meraih sembilan kemenangan dan satu kali imbang tanpa kalah. Padahal, dalam 10 laga tersebut, Manchester City hanya mengaku satu kali!. John Stones perlahan mendapat kepercayaan dari manajer Manchester City Pep Guardiola. Bek berusia 26 tahun itu dibeli dari Everton pada 2016 dan awalnya dikeluarkan dari tim asuhan Guardiola. Guardiola berkata: “John Stones terus bekerja keras untuk keluar dari masalah. Dia berkualitas tinggi dan terus menunjukkan identitasnya. Saya sangat bahagia.” Bahkan beredar rumor bahwa John Stones akan beberapa kali hengkang dari Manchester City. Tapi sekarang, dia adalah pilihan pertama!.

Sedangkan Ruben Dias merupakan pemain baru Manchester City yang dibeli dari Benfica. Pemain berusia 23 tahun itu dibawa pergi seharga 68 juta euro (sekitar 1,1 triliun rupiah)! Guardiola berkata: “Ruben Dias (Ruben Dias) bermain sepak bola 24 jam sehari. Dia memberi kami sesuatu yang istimewa.” Dia menambahkan: “Selamat kepada Txiki dan klub karena telah membawa pemain ini ke sini. Dia akan tampil baik untuk tahun-tahun mendatang.
Sumber : https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-5342049/john-stones-dan-ruben-dias-tembok-kukuh-manchester-city

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*